Perjalanan panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif ayah dan bunda secara seimbang, meliputi pemenuhan gizi, stimulasi fisik, emosional, dan kognitif. Kehadiran ayah krusial untuk membentuk karakter, keberanian, dan disiplin, sementara ibu fokus pada pengasuhan emosional, menciptakan ikatan yang sehat bagi masa depan anak. tumbuh kembang anak itu singkat, kalau Si Kecil ada kendala bicara atau belum mandiri di aktivitas harian, itu tandanya butuh stimulasi lebih.

RSU Dadi Keluarga Purwokerto hadir dengan tim ahli untuk dampingi Si Kecil:
• 🗣️ Terapi Wicara: Atasi speech delay, gangguan bahasa, hingga sulit menelan.
• 🧩 Okupasi Terapi: Melatih fokus, motorik halus, kognitif, hingga kemandirian anak.
• 👨⚕️ Terapis Ahli: Penanganan personal oleh tenaga profesional dan berpengalaman.
Terapi wicara berfokus pada perbaikan kemampuan berbicara, bahasa, komunikasi, dan menelan, cocok untuk anak terlambat bicara atau pasien pasca-stroke. Sementara itu terapi okupasi berfokus pada kemandirian aktivitas sehari-hari, motorik halus, keseimbangan, dan pemrosesan sensorik. Keduanya sering dikolaborasikan untuk meningkatkan kualitas
Kapan Membutuhkannya?
- Wicara: Anak belum bicara di usia 12 bulan, artikulasi tidak jelas, atau sulit mengerti perintah.
- Okupasi: Anak sulit duduk tenang, sering melempar barang, kesulitan koordinasi tangan-mata, atau gangguan perilaku.
Perbedaan Utama Terapi Wicara dan Terapi Okupasi
- Terapi Wicara: Menangani keterlambatan bicara, gagap, kesulitan memahami bahasa, dan gangguan menelan (disfagia).
- Terapi Okupasi: Menangani kesulitan motorik (menulis, memegang sendok), pemrosesan sensorik (sensitif terhadap tekstur/suara), dan kemandirian (makan, berpakaian).
Kehadiran fisik dan emosional kedua orang tua secara bersama-sama menciptakan fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak
Semakin dini deteksi, semakin cerah masa depan buah hati. Yuk, maksimalkan potensi mereka bersama kami!
Info & Jadwal Terapi: 💬 0821 3890 0500 (WA) 📞 (0281) 6847366 (Customer Care)
*We Serve Like Family*
